Kamis, 23 September 2010


Sabak Hill

Sabak hill is a beautiful place for refreshing. Sabak hill be in Sukalarang, Sukabumi-West Java. Sabak is a larch wood, many people play to there because that place is very beautiful. This place isn’t manage for touring by local government. Name of Sabak hill is brought from Sundanese language. In sundanese language meaning sabak is tool for writing as book. But, sabak is made by people of glass. This place is said Sabak because there are  stone as “Sabak” and “Grip” . Peoples in there know grip for writing as pen or quill. Size of Sabak stone is + 0,6 metres and Grip stone is  +  0,3 metres. That stones as tombstone but there aren’t cemetery  in there.

This is Sabak Stone and Grip Stone:


There are facilities in Sabak hill is field and larch wood. Field in Sabak Hill is ex Indonesian Police’s heliport. Indonesian Police practiced  in there of old. The peoples in there said Sabak hill will make training place by Indonesian Police. But, That Police’s Program is not hear until this time. Indonesian Police have looked practice in there since 2003.

Now, Sabak hill be recreation place by people in around Sabak hill. They usually hiking to there in Sunday. Many people recreation in there because it isn’t must pay. It is free from pay, but we can looking beautiful scenery or playing foot ball. There are also camping in there if holiday.

This is larch wood and field in Sabak Hill



This Is beautiful scenery that look from there



We can look gede mount from there if fine weather. In beautiful scenery is Sukalarang subdistric – Sukabumi Regency  untill Gekbrong Subdistric – Cianjur Regency.

Society of around Sabak hill believed to magic of Sabak Stone. They believed if Children write in a sabak stone so they will can write very well. Many children in there came to Sabak hill just for writing in sabak stone by a stone. But, peoples around sabak hill aren’t believing now.

Sabak hill be favorite recreation place by student of elementary school around sabak hill. May be since 1990 so many school plan for going there if they have leeway. We need times 3 hours if we trip from highway until Sabak hill.

Do you interest? Let’s go there! And I will wait you in there. It’s free.

Jumat, 27 Agustus 2010

Mawar Putih

Ku lihat engkau begitu mempesona
merona di pagi yang sunyi 
Kau masuk ke dalam memory kalbuku
bersama buana yang indah tiada tara


Hujan di pagi hari sudahlah berhenti
hilanglah cemas yang meniti hati
tatkala engkau tersenyum berseri
pancarkan aura kasih sayang mu setiap hari


Mawar putih dambaan hatiku
aku tidak ingin kau sayu dan layu
dapatkah kau terima bait-bait yang tak berarti
agar hatimu riang sepanjang masa

Minggu, 15 Agustus 2010

Mari Belajar dari Semut Kecil

Semut adalah binatang yang kecil, meskipun semut terbesar tidaklah mungkin akan melebihi ibu jari kita. Apabila kita lihat secara visual semut adalah binatang yang lemah, jika kita aniaya mungkin tidaklah kita harus mengeluarkan tenaga yang sampai mengeluarkan keringat, tinggal kita pijit menggunakan ujung kuku kita niscaya hancur berantakan tubuhnya.

Ketika kita melihat semut ada pelajaran yang sangat berharga. Pelajaran yang paling berharga dari semut itu adalah rasa kebersamaan mereka. Dimanapun mereka bertemu mereka pasti akan bersapa, mungkin jika mereka memiliki tangan seperti manusia mereka akan berjabat tangan. Mereka saling menempelkan wajah dengan temannya ketika mereka saling bertemu. Meski kita tidak memiliki data yang valid namun kita lihat saja di lingkungan sekitar kita. Apakah kita sebagai manusia yang katanya diciptakan oleh Tuhan sebagai mahkhluk yang paling mulia melakukan hal yang sama dengan semut-semut kecil itu? Kita tinggal hitung berapa kali kita bertutur sapa dengan saudara-saudara kita setiap hari. Apalagi ketika kita memiliki rasa ketidaksesuaian saudara kita dengan kita seolah-olah mereka ingin kita lenyapkan. Bagaimana kita akan bertutur sapa jika dalam hati kita sudah ingin menghilangkan saudara kita?

Saudara pembaca yang budiman.

Pelajaran yang selanjutnya yaitu gotong royong. Semut adalah makhluk yang senantiasa bergotong royong dalam segala kegiatan. Kita dapat melihat mereka ketika mengumpulkan makanan. Mereka saling membantu satu sama lain, sehingga beban yang besar terbawa oleh mereka. Kita sering melihat laron atau cicak yang mati dibawa oleh sekawanan semut-semut kecil. Maka tidaklah mustahil ketika beban besar terbawa oleh hal-hal yang kecil apabila sesuatu yang kecil itu telah bersatu. Kita sering merasakan sendiri ketika kita memanjat sebuah pohon yang sangat banyak semutnya. Ketika semut itu merasa terusik mereka langsung menyerang kita, sedangkan kita makhluk yang besar tidak menutup kemungkinan akan merasa kewalahan ketika kita sudah dikerubuti semut-semut kecil itu. Memanglah benar ternyata ketika sesuatu yang sangat kecil bersatu maka akan menjadi sebuah kekuatan yang besar.

Selanjutnya pelajaran yang berharga yang dapat kita ambil dari semut-semut yang kecil itu yaitu mereka tertib. Budaya antre yang ramai dibudayakan oleh manusia nampaknya didahului oleh semut. Kita jarang melihat semut yang saling bercocok-cocok ketika ingin memasuki sebuah lubang. Tapi, mereka masuk satu per satu sehingga belum pernah ada yang mengadakan penelitian tentang macetnya sekawanan semut memasuki lubang.

Hal-hal yang berharga seperti itu terkadang susah kita implemetasikan di kehidupan sehari-hari kita. Padahal manusia adalah makhluk yang berbudaya, yang memiliki akal dan fikiran. Maka, benarlah sebuah keterangan yang menyatakan “Manusia apabila mulia maka dia akan lebih mulia dari malaikat, sedangkan jika manusia berbuat hina maka akan lebih hina dari binatang.

Saudara pembaca yang budiman.

Nampaknya hanya sekian yang dapat saya kemukakan dalam tulisan ini. Apabila terdapat kebenaran dalam tulisan ini itu hanyalah karunia dari Allah, sedangkan apabila terdapat kekeliruan dalam tulisan ini hanyalah semata-mata kebodohan saya pribadi.

Sabtu, 14 Agustus 2010

Sendiri

Dalam hening aku merenung
menuliskan bait-bait kehidupan
yang pelik, pekik dan penuh kepura-puraan

Dalam sepi aku sendiri
melayangkan angan ke alam maya
menggoreskan harapan di masa depan

Tanpa sadar .....
Bait-bait itu telah kugoreskan
namun sedikitpun aku tak tahu
tinta apakah yang kugoreskan?

Mungkinkah ku goreskan tinta kencana
yang akan bergemilang setiap masa?
ataukah ku goreskan tinta yang kelam
yang akan mengubur nama diriku selamanya....